Selasa, 08 November 2011

Bilangan Prima dan Rencana Penciptaan


Salah satu teka-teki lama yang belum sepenuhnya terpecahkan adalah bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, .... dan seterusnya. Banyak bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang_ Hal ini menjadi teka-teki kita, jika kita ingat bilangan ini tidak dapat dibagi oleh angka lainnya. Salah satu hal yang menakjubkan, dalam era komputer kita memberikan kodetifikasi semua hal yang penting dan rahasia, di bank, asuransi, dan perhitungan-perhitungan peluru kendali, security system dengan enkripsi, dalam angka jutaan bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi oleh angka lainnya. Ini diperlukan karena dengan penggunaan angka lain, kodetifikasi tadi dapat dengan mudah ditembus.

Fenomena inilah yang ditemukan ilmuwan dari Duesseldorf (Dr. Plichta), sehubungan dengan penciptaan alam, yaitu distribusi misterius bilangan prima. Para ilmuwan sudah lama percaya bahwa bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua makhluk (spesies) berintelegensia tinggi, sebagai komunikasi dasar antarmereka. Bahasa ini penuh misteri karena berhubungan dengan perencanaan universal kosmos.

Bilangan lain yang perlu diketahui adalah sisa dari bilangan prima, yakni bilangan komposit, kecuali angka 1, yaitu 4, 6, 8, 9,10,12,14,15, .... dan seterusnya. Dengan kata lain, bilangan komposit adalah bilangan yang terdiri dari minimal dua faktor prima. Misalnya :

6 = 2 x 3 = 2 . 3
30 = 2 x 3 x 5 = 2 . 3 . 5
85 = 5 x 17 = 5 . 17

Selain itu, dikenal pula bilangan khusus, yang disebut prima kembar, yaitu bilangan prima yang angkanya berdekatan dengan selisih 2. Misalnya :

(3,5)
(5,7)
(11,13)
(17,19)

dan seterusnya.

Mayoritas ahli astrofisika juga percaya bahwa di alam semesta terdapat "kode kosmos" atau yang disebut cosmic code based on this order, yang dikenal juga sebagai Theory of Everything (TOE), yang artinya terdapat konstanta-konstanta alam semesta yang saling berhubungan berdasarkan perintah pendesain. Sekali perintah tersebut dapat dipecahkan, maka hal ini akan membuka pandangan sains lainnya yang berhubungan.

SIFAT-SIFAT PENGERJAAN BILANGAN CACAH

1.      Sifat Komutatif (pertukaran)pada Penjumlahan dan Perkalian

Hasil penjumlahan dua buah bilangan cacah tidak berubah, walaupun urutan letak kedua bilangan itu dipertukarkan.

Misal : 64 + 26 = 26 + 64

a + b = b + a, untuk semua bilangan cacahyang diwakili oleh a dan b

Hasil perkalian dua buah bilangan cacah tidak berubah, walaupun urutan letak kedua bilangan itu dipertukarkan.

Misal : 4 × 3 = 3 × 4

a × b = b × a, untuk bilangan cacah manapun yang diwakili oleh a dan b

2.      Sifat Assosiatif (pengelompokan) pada Penjumlahan dan Perkalian

Hasil penjumlahan tiga buah bilangan cacah tidak berubah, meskipun pengelompokannya berbeda.

Misal : (2 + 5) + 6 = 2 + (5 + 6)

Jika a,b dan c adalah sembarang bilangan cacah, maka (a + b) + c =  a + (b + c)

Hasil perkalian tiga buah bilangan cacah tidak berubah, meskipun pengelompokannya berbeda.

Misal : (6 × 3) × 3 = 6 × (3 × 3)

Jika a,b dan c adalah sembarang bilangan cacah, maka (a × b) × c =  a × (b × c)

3.      Sifat Penjumlahan Bilangan Nol

Bilangan nol disebut unsur (elemen) identitas atau elemen netral atau modulus untuk penjumlahan. Artinya, semua bilangan jika dijumlahkan denghan nol akan menghasilkan bilangan itu sendiri.

Misal : 2 + 0 = 2

a + 0 = a, untuk bilangan cacah manapun yang diwakili oleh a

4.      Sifat Distributif (penyebaran)

Jika a, b, dan c adalah sembarang bilangan cacah, maka a × (b + c) = (a × b) + (a × c)

Misal : 4 × (5 + 2) = (4 × 5) + (4 × 2)


PERKALIAN PULUHAN YANG SAMA DENGAN CARA YANG CEPAT


Pada perkalian ini mempunyai dua syarat :
1.      Angka puluhannya harus sama
2.      Jumlah kedua satuannya adalah 10
Contoh :
47 × 43 = ...
Penyelesaian :
1.      Angka puluhan yang depan ditambah 1, (menjadi 4 + 1 = 5), lalu dikalikan dengan angka puluhan yang belakang maka = 5 × 4 = 20
2.      Kedua satuan kita kalikan, 7 × 3 = 21
3.      Sebagai hasil akhir maka keduannya kita gabungkan menjadi 2021